Archive for October, 2007

“Did I marry the right person?

Thursday, October 4th, 2007

Sebuah Terjemahan Bebas dari "Did I marry the right person?

Cerita di bawah ini sangat bagus, buat yang masih single maupun yang udah

nikah. Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita

ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk

meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

"Apakah saya menikah dengan orang yang tepat"

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan

pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya tahu kalo saya menikah

dengan orang yang tepat?"

Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi

saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?"

Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"

"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."

Inilah jawabanyaAaA

SETIAP ikatan memiliki siklus.

Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan

pasangan anda.

Telpon dariya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya,

dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu

menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.

Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu

spontan.

Ngga perlu berbuat apapun

Makanya dikatakan "jatuh" cintaAaA

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"

Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa

melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada

anda.

Jatuh cinta itu mudah.

Sesuatu yang pasif dan spontan.

TapiAaA

setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..

perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.

Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan,

belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat

bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,

namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati

perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh

cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan

selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai

muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah

Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta

yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia

cinta itu dengan orang lain.

Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandasAaA

Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan

mencari pelampiasan diluar.

Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, menginkari

kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk

menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV

sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!

Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada

di dalam pernikahan itu sendiri.

Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya

Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda

bisa!

Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh dan pada saat itu anda akan

merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun

anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan

anda).