coba renungkan
Saturday, June 30th, 2007Sebenarnya,,,baru2 akhir ini aku berpikir,,apa siyh sebenarnya makna ta’aruf itu???
apa sama saja dengan berinteraksi dengan yg lain??atau sebaliknya ada tahapanya? dan jika merasa siap dan tepat baru proses dilanjutkan?
tapi kan,,bisa jadi,, denagn ta’aruf timbul ketidakcocokan….maka akan membuat yang tadinya sudah merasa siap menjadi ragu-ragu untuk meneruskan..dan merasa tidak siap menikah…
tapi bisa juga sebaliknya..bisa jadi yang tadinya tidak siap malah merasa siap setelah ta’aruf…
menurutku,,menikah itu bukan beban melainkan suatu tahapan menuju keagungan diri,,,,bila niatnya baik semuanya akan dimudahkan…ikuti saja kata hati ditambah terus bermunajat pada Allah.
maka??? aplagi yang perlu ditakutkan??? ditambah lagi sang pujaan hati sangat terbuka dan tidak menuntut apa-apa…
selain itu,,jika kita telah menemukan orang yang kita sukai itu akan emmudahkan kita untuk menyayangi dan memaklumi semua hal yang kurang berkenan di hati kita,,terutama untuk suami..
jangan pernah mengangap sesoarng itu bila kita menemukan kekurangannya langsung berpikir bahwa secara keseluruhan dia itu buruk…sehingga kitamenjauhi dirinya,,,
bisa saja itu menjadi bagian ujian dari Allah untuk melihat seberapa sabar dan mampunya dirimu untuk membimbig seseorang karena kelak engkaulah pemimpin dalam rumah tangga….
kalaupun ada kesalahan diawal itu malah lebih baik,,,,,sehingga ga terjadi hal yang membuat kaget dan penyesalan di kemudian hari,,,apalagi bial itu terjadi pad wanita yang sedang dita’arufin…
apa salahnya??? kan belum tentu kamu tidak akan pernah melakukan kesalahan,,jika saja engkau mau menerimanya dengan baik dan berusaha menutupi kekurangannya maka suatu saat jika engkau melakukan kesalahannya dia akan lebih bisa emmaklumi mu,,,apalagi jika salah tersebut kau lakukan disaat dirimu sudah menikah dengannya,,,dan itu mungkin akan lebih sulit utnuk wanita tersebut menerimannya,,tapi
itu bukan tidak mungkin terjkdai,,jika saja dari awal kau sudah mengajarkan bahwa kau pun memaklumi kesalahn pada dirinya…
andaikan saja engkau lebih sedikit menambah kemakluman mu padanya dan itu mebuat sesuatu lebih baik dan tenang apa salahnya???
berusahalah memahami kesalahan tersebut,,,karena tiap orang punya keterbatasan….
meurutku jika hal itu terjadi dan wanita tersebut memiliki kesadaran dan keinginan yang kuat menjadi lebih baik maka itu harus dihargai…
sekali lagi itulah gunanya pemimpin,,,,,dimana harus penuh kesabaran dan mendukung,,
ingatkah dirimu bahw sdalah satu kewajiban suami adalah mengajarkan dan memaklumi kesalah istrinayd engan sabar dan berusaha membuat istrinya menjadi lebih baik…
cobalah berpikir sejenak,,mungkin selama ini dirinya sendiri tidak merasa salah ataupun sadar akan kesalahan yang diperbuat nya,,,karena apa??
karena keterbatasan nya itu…
selain itu mungkin juga ia sedang berpikir keras bagaiaman bertanya apakah dirinya salah dan menata hatinya untuk siap mendengarkan kritikan2 darimu
atau mungkin selama ini orang yang ada disekitarnya selalu berterus terang dalam menyampaikan kritikan padanya….
kalau lebih memilih ,,,pilih yang mana?? wanita yang sadar akan kesalahannya dan mau mengakui kesalahnnya dan juga mau memperbaikinya dibandingkan dengan wanita yang selama ini tidak pernah melakukan kesalahan dan ternyata saat salah dia tipe yang tidak mau mengakui dirinya salah dan yidak pernah merasa salah…
renungilah,,,kemauan dia mengakui kesalahan itu sama halnya dengan keterbukaan hatinya dan kelapangan dadanya…
ketahuilah, keinginn nya untuk memperbaiki itu artinya dia patuh dan menurut dan artinya hatinya tidak buta terhadap kebaikan….
coba renungkan sekarang pilihan ada padamu…jangan sampai dia pergi,,,,berikanlah kesempatan dan ajarkan kebaikan padanya….